Sorowako, 28 September 2018. Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) pengurus OSIS dan MPK SMA YPS Soroako Periode 2018/2019 dan kegiatan Seleksi dan Latihan Peserta Kelopak Galang harus diskorsing sebagai akibat dari dampak gempa yang terjadi di Donggala dan Palu. Gempa yang terjadi disebabkan oleh pergeseran patahan atau sesar Palu-Koro berskala 7.4 SR dirasakan oleh seluruh peserta LDK. Saat gempa terjadi seluruh peserta yang beragama Islam sedang melaksanakan sholat magrib secara berjamaah di Mushollah SMA  YPS Soroako. “getaran gempa sempat dirasakan sampai 3 kali selama pelaksanaan sholat Magrib tadi” kata Bapak Darmawangsa selaku Pembina OSIS SMA YPS Soroako.

 

Sesaat setelah sholat selesai, seluruh peserta dikumpulkan di muster point sesuai dengan prosedur standar keamanan yang berlaku sesuai dengan instruksi bapak Emanuel Randa selaku penanggungjawab safty di SMA YPS Soroako.Setelah dilakukan obervasi oleh bapak Emanuel, kondisi hall SMA YPS yang merupakan pusat kegiatan siswa dinyatakan tidak kondusif untuk dijadikan sebagai tempat pelatihan karena kekhawatiran akan terjadi gempa susulan yang memiliki frekuensi yang lebih tinggi.

 

Setelah dilakukan diskusi oleh manajemen SMA YPS Soroako, maka diputuskan bahwa kegiatan LDK an kegiatan pramuka pada malam itu dihentikan sementara dan siswa diarahkan untuk kembali ke rumah masing-masing. Padahal sesuai dengan agenda LDK, malam itu masih akan dilakukan dua materi LDK yaitu materi “teamwork” oleh bapak Andi Lukman AM dan materi “manajemen organisasi” oleh bapak Fadli Herman. Namun keselamatan peserta menjadi prioritas utama sehingga keputusan pemberhentian sementara kegiatan LDK adalah langkah yang tepat.

 

Keputusan skorsing pelaksanaan LDK ini kemudian langsung disampaikan kepada seluruh siswa dan guru pendamping. Seluruh siswa kemudian diminta untuk menghubungi orang tua untuk penjemputan, Siswa yang tidak dapat dijemput oleh orang tua kemudian diantar oleh guru pendamping menuju rumah masing-masing. termasuk untuk wilayah Wasuponda dan Wawondula.

 

“skorsing kegiatan LDK dan Pramuka ini adalah demi keselematan seluruh peserta dan guru pendamping, kita tidak bisa mengambil resiko yang lebih besar jika terjadi gempa susulan pada tengah malan ketika peserta kegiatan sedang tertidur pulas” kata bapak Emanuel Randa ketika tim website SMA YPS melakukan konformasi. “kami sudah melakukan koordinasi dengan kepala sekolah dan bahkan kepada pihak transport PT. Vale jika kemungkinan diperlukan bus penjemputan untuk kepulangan peserta ke rumah masing-masing” tambah beliau.

 

LDK OSIS dan MPK serta kegiatan Pramuka kemudian dilanjutkan pada esok harinya yakni hari Sabtu tanggal 29 September 2018 mulai pukul 08.00 s.d pukul 15.00 WITA.

 

Berita : A.L

Foto : A.L